Selamat Hari Ayah, Bapak Azhari

 

Selamat Hari Ayah, Bapak Azhari

Hari ini, diantara semua ucapan “Selamat Hari Ayah” yang ramai di media sosial, ada satu yang kupersembahkan khusus untukmu, Ayah. (Sebenarnya masih belum kebiasaan, kadang kupanggil Bapak, kadang juga kupanggil Ayah).

Bukan, kita tidak terhubung oleh gen yang sama. Aku ingat betul, sosok Papa (panggilan Ayah kandungku) yang perlahan memudar dalam ingatanku sejak ia pergi saat aku masih kecil. Ada ruang kosong yang ditinggalkannya.

Lalu, Ayah datang.


Engkau, Ayah Azhari, bukan datang untuk menggantikan. Tidak ada yang bisa menggantikan. Engkau datang untuk melengkapi. Ayah memilih untuk masuk ke dalam ceritaku yang masih setengah halaman dan bersedia menulis bab-bab selanjutnya dengan sabar.

Bagiku, menjadi ayah bukanlah soal darah dan biologis. Itu soal pilihan. Pilihan untuk hadir konsisten, untuk tak lelah membina, dan dengan setia mengawal perkembangan seorang anak yang bukan berasal dari gennya sendiri.

Dan salah satu hadiah terbesarmu adalah keyakinanmu yang tak goyah. Di saat aku masih bingung dengan masa depanku sendiri, Ayah sudah melihat sesuatu yang bahkan tidak bisa kulihat. Ayah selalu, selalu, percaya bahwa kelak aku akan tumbuh menjadi orang yang berdampak besar. Ayah tidak hanya menyuruhku mendapatkan nilai bagus, tapi senantiasa mendorongku untuk menjadi orang besar baik dalam hati, pikiran, dan kontribusiku bagi orang lain. Kata-katamu, “Ayah yakin, kamu akan jadi orang besar,” seringkali menjadi penyemangat yang mendorongku satu langkah lebih jauh saat aku ragu.

Ayah, kamu juga adalah orang yang dengan sabar mendengarkan cerita-cerita random-ku yang kadang tidak jelas juntrungnya. Ayah tidak pernah menyepelekan. Selalu mendengarkan dengan telinga dan hatimu, seolah setiap celotehanku adalah hal terpenting yang harus disimak.

Ayah yang mengajarkanku bahwa keluarga bukanlah soal dari mana kita mulai, tetapi tentang di mana kita memutuskan untuk saling menyayangi dan bertumbuh bersama.

Jadi, di hari yang spesial ini, ijinkan aku mengucapkan yang terbaik untuk sosok ayah, mentor, dan pendukung terbesarku.

Terima kasih, Ayah Azhari, telah mempercayai versi terbaik dariku bahkan sebelum aku mewujudkannya. Terima kasih telah membesarkanku dengan cinta dan keyakinan yang tulus.

Selamat Hari Ayah. Bukan hanya hari ini, tapi setiap hari adalah hari ayah bagiku karena kehadiranmu.

Saya, Azmi Izuddin, Senantiasa mendoakan Ayah 😊



Dengan suasana senang nan haru. Surabaya, 12 November 2025

Komentar